Tampilkan postingan dengan label Kimia Organik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia Organik. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 April 2011

Senyawa Berwarna Dan Zat Warna

Senyawa Berwarna dan Zat Warna

 menyerupai warna buluh burung kolibri ataupun merak Senyawa Berwarna dan Zat Warna

Alam kaya akan warna. Beberapa warna, menyerupai warna buluh burung kolibri ataupun merak, timbul dari difraksi cahaya oleh struktur yang unik dari bulu itu. Namun, kebanyakan warna alam disebabkan oleh penyerapan panjang-panjang gelombang tertentu cahaya putih oleh senyawa organik.

Beberapa kromofor:

 menyerupai warna buluh burung kolibri ataupun merak Senyawa Berwarna dan Zat Warna

Sebelum dikembangkan teori transisi elektron, orang telah mengetahui bahwa beberapa tipe struktur organik mengakibatkan warna, sedangkan tipe yang lain tidak. Struktur parsial yang perlu untuk warna (gugus tak jenuh yang sanggup menjalani transisi π ----> π* dan n----> π*) disebut kromofor.

Diamati juga bahwa hadirnya beberapa gugus lain mengintensifkan warna. Gugus ini disebut auksokrom. Sekarang diketahui bahwa auksokrom ialah gugus yang tidak sanggup menjalani transisi π---> π*, tetapi sanggup menjalani transisi elektron. (Fessenden And Fessenden)

Beberapa auksokrom:

-OH -OR -NH2 -NHR -NR2 -X

Dalam pembahasan berikut mengenai senyawa berwarna alamiah maupun zat warna, perhatikan adanya kromofor dan auksokrom ini.

  1. Beberapa senyawa berwarna alamiah

Naftokuinon dan antrakuinon merupakan bahan pewarna alamiah yang lazim. Junglon (junglone) ialah naftakuinon yang berperan sebagaian dalam pewarna kulit biji walnut (semacam kenari). Lawson (lawsone) memilki struktur serupa dengan junglon; zat ini terdapat dalam enai India, yang dipakai sebagai cat pemerah rambut. Suatu antrakuinon yang khas, asam karminat, merupakan pigmen merah utama cochineal, suatu jenis serangga (kepik; Coccus catli L), yang digunakan sebagai zat warna merah dalam masakan dan kosmetik. Alizarin ialah zat warna lain dari kelas antrakuinon.

 menyerupai warna buluh burung kolibri ataupun merak Senyawa Berwarna dan Zat Warna

Kebanyakan warna bunga merah dan biru disebabkan oleh glukosida yang disebut antosianin. Bagian bukan gula dari glukosida itu disebut suatu antosianidin dan merupakan suatu tipe garam flavilium. Warna tertentu yang diberikan oleh suatu antosianin, bergantung pada pH bunga. Warna biru bunga cornflower dan warna merah bunga mawar disebakkan oleh antosianin yang sama yakni sianin. Dan sekuntum mawar merah, sianin berada dalam bentuk fenol. Dalam camflower biru, sianin berada dalam bentuk anionnya, dengan hilangnya sebuah proton dari salah satu gugus fenolnya.

 menyerupai warna buluh burung kolibri ataupun merak Senyawa Berwarna dan Zat Warna

Istilah garam flavilium berasal dari nama flavon, yang merupakan senyawa yang tak berwarna. Adisi gugus hidroksil menghasilkan flavonol, yang berwarna kuning. (Latin: flavus, “kuning”).

 menyerupai warna buluh burung kolibri ataupun merak Senyawa Berwarna dan Zat Warna

  1. Zat Warna

Suatu zat warna ialah senyawa organik berwarna yang dipakai untuk memberi warna kesuatu objek atau suatu kain. Sejarah zat warna bermula pada zaman prasejarah. Indigo merupakan zat warna tertua; zat ini dipakai oleh orang Mesir kuno untuk mewarnai pakaian mumi. Ungu Tirus yang diperoleh dari siput Murex dijumpai de erat kota Tirus, dipakai oleh orang Romawi untuk mewarnai jubah maharaja. Alizarin disebut juga merah Turki, diperoleh dari akar pohon madder dan dalam era 18 dan 19 dipakai untuk mewarnai baju merah prajurit Inggris.

Terdapat aneka macam senyawa organik berwarna; namun hanya beberapa yang sesuai untuk zat warna. Agar sanggup dipakai sebagai pewarna, senyawa itu harus tidak luntur (tetap pada kain selama pencucian), untuk zat tersebut harus terikat pada kain dengan satu atau lain cara. Suatu kain yang terbuat dari serat polipropilena atau hidrokarbon yang serupa, sukar untuk diwarnai lantaran tidak mempunyai gugus fungsional untuk menarik molekul-molekul zat warna. Namun kain ini sanggup diwarnai dengan berhasil dengan memasukkan suatu kompleks logam-zat warna kedalam polimer itu. Mewarnai kapas (selulosa) lebih simpel lantaran ikatan hidrogen antara gugus hidroksil satuan glukosa dan gugus molekul zat warna akan mengikat zat warna itu pada pakaian. Serat polipeptida, menyerupai wol atau sutera, merupakan tekstil yang paling simpel untukvdiwarnai lantaran mereka mengandung banyak gugus polar yang sanggup berinteraksi dengan molekul zat warna.

Suatu zat warna pribadi ialah zat warna yang diaplikasikan lansung ke kain dari dalam suatu larutan (air) panas. Jika tekstil yang akan diwarnai itu mempunyai gugus polar, menyerupai dalam serat peptide, maka dengan memasukkan suati zat warna, baik dengan suatu gugus amino maupun dengan suatu gugus asam besar lengan berkuasa akan menyebabkan zat warna itu tidak luntur. Kuning Martius adalah suatu zat warna pribadi yang lazim. Gugus fenol yang asam dalam kuning Martius bereasi dengan rantai samping yang basa dalam wol ataupun sutera.

 menyerupai warna buluh burung kolibri ataupun merak Senyawa Berwarna dan Zat Warna

Suatu zat warna tong (vat dye) ialah suatu zat warna yang diaplikasikan pada tekstil dalam bentuk terlarut. Baju biru yang dikirim oleh orang-orang Perancis kepada orang amerika dalam Revolusi Amerika diwarnai dengan indigo, suatu zat warna tong yang lazim. Indigo diperoleh dari fermentasi suatu tumbuhan woad (Isatis tincoria) di Eropa barat atau tumbuhan spesi indigofera, yang tumbuh di negeri-negeri tropis. Kedua tumbuhan ini mengandung glukosida indikan, yang sanggup dihidrolisis menjadi glukosa dan indoksil, suatu prekursor (zat pendahulu) yang tak berwarna dari indigo. Tekstil direndam dalam adonan fermentasi yang mengandung indoksil, lalu dibiarkan kering di udara. Oksida indoksil oleh udara menghasilkan indigo yang tidak larut dan berwarna biru. Indigo mengendap dalam bentuk cis, yang mengalami isomerisasi sertamerta menajadi isomer-trans.

 menyerupai warna buluh burung kolibri ataupun merak Senyawa Berwarna dan Zat Warna

Suatu zat warna mordan (mordant) adalah zat warna yang dibentuk tak larut pada suatu tekstil dengan mengkomplekskan atau menyepit (chelation) dengan suatu ion logan , yang disebut mordan (mordant: Latin : mordere, “menggigit”). Mula-mula tekstil itu di olah dengan suatu garam logam (seperti Al, Cu, Co, atau Cr), kemuian diolah dengan suatu bentuk larut dari zat warna itu. Reaksi penyepitan pada permukaan tekstil akan menghasilkan zat warna permanen. Salah satu zat warna mordan tertua ialah alizarin, yang membentuk warna berlainanbergantung ion logam yang digunakan. Misalnya, alizarin memperlihatkan suatu warna merah-mawar dengan Al3+ dan warna biru dengan Ba2+.

 menyerupai warna buluh burung kolibri ataupun merak Senyawa Berwarna dan Zat Warna

Zat warna azo merupakan kelas zat yang terbesar dan terpenting; jumlahnya mencapai ribuan . dalam pewarnaan azo, mula-mula tekstil itu dibasahi dengan senyawa aromatik yang terakaktifkan terhadap subtitusi elektrofilik, lalu diolah dengan suatu garam diazonium untuk membentuk zat warna.

 menyerupai warna buluh burung kolibri ataupun merak Senyawa Berwarna dan Zat Warna

Sumber: Fessenden and Fessenden. Kimia Organik Jilid 2

 

Selasa, 12 April 2011

Manfaat Flavonoid Untuk Kesehatan

 atom karbon yang umumnya tersebar di dunia tumbuhan Manfaat Flavonoid untuk Kesehatan
Flavonoid yaitu senyawa yang terdiri dari dari 15 atom karbon yang umumnya tersebar di dunia tumbuhan. Lebih dari 2000 flavonoid yang berasal dari tumbuhan telah diidentifikasi, namun ada tiga kelompok yang umum dipelajari, yaitu antosianin, flavonol, dan flavon.  Antosianin (dari bahasa Yunani anthos , bunga dan kyanos, biru-tua) yaitu pigmen berwarna yang umumnya terdapat di bunga berwarna merah, ungu, dan biru . Pigmen ini juga terdapat di aneka macam penggalan tumbuhan lain misalnya, buah tertentu, batang, daun dan bahkan akar. Flavnoid sering terdapat di sel epidermis. Sebagian besar flavonoid terhimpun di vakuola sel tumbuhan walaupun daerah sintesisnya ada di luar vakuola.
 atom karbon yang umumnya tersebar di dunia tumbuhan Manfaat Flavonoid untuk Kesehatan
Flavonoids dikenal sebagai salah satu substansi antioksidan yang berkekuatan sangat berpengaruh hingga sanggup menghilangkan imbas merusak yang terjadi pada oksigen dalam badan manusia. Sekarang ini para peneliti sangat tertarik mengenai potensi manfaat substansi kimiawi tersebut yang juga banyak terkandung dalam bawang bombay, apel, dan anggur merah.

Sementara penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa minum teh yaitu baik bagi kesehatan jantung, temuan terakhir menyimpulkan kebenaran imbas dramatik tersebut bagi laki-laki maupun wanita. Penelitian tersebut meliputi hasil penelitian atas teh yang dihasilkan dari jenis teh hitam. Para ilmuwan peneliti menyatakan bahwa teh hitam mengandung plavonoids yang berkekuatan lebih berpengaruh dibanding teh hijau, sementara teh herbal disimpulkan ternyata tidak mengandung sedikitpun flavonoids. Hasil penelitian terbaru para peneliti Belanda menunjukkan bahwa orang yang meminum satu hingga dua gelas teh setiap hari akan menurunkan resiko hingga sekitar 46% terhadap gangguan penyakit aortic atherosclerossis, yaitu penyempitan pembuluh darah arteri yang disebabkan terjadinya penimbunan lemak atau substansi lainnya dalam dinding dalam susukan pembuluh darah. Dengan minum hingga 4 gelas teh maka penurunan angka resiko berkurang hingga 69%.

Hasil temuan didasarkan atas penelitian di Belanda terhadap 3,454 orang yang berkondisi bebas dari tanda-tanda penyakit jantung pada awal penelitian dilakukan. Hasilnya dipublikasikan dalam edisi terakhir Archives of Internal Medicine, suatu jurnal ilmiah terbitan Chicago, USA. Menariknya kandungan flavonoid dalam sarang semut cukup tinggi, sebagaimana yang ada kandang lebah, sehingga dengan adanya flavonoid di kandang lebah, mengakibatkan daerah tersebut kondusif dari segala bahaya penyakit, bahkan radiasi radioaktif sekalipun. Menurut penelitian Flavonoid merupakan golongan senyawa materi alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan penggalan penting dari diet insan lantaran banyak keuntungannya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam badan insan yaitu sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain yaitu untuk melindungi struktur sel, mempunyai relasi sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.
Dalam banyak kasus, flavonoid sanggup berperan secara eksklusif sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme menyerupai basil atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain menyerupai asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian­-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker.
Pada Sarang Semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Hal ini sesuai dengan basil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang mempelajari golongan senyawa ini dalam kaitannya dengan sistem pertahanan diri tumbuhan Sarang Semut.
 
# aneka macam sumber