Tampilkan postingan dengan label Ilmu Gizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Gizi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2011

Prinsip Pengelolaan Makanan; Higiene Dan Sanitasi

Semua jenis materi kuliner perlu mendapat perhatian secara fisik serta kesegarannya terjami Prinsip Pengelolaan Makanan; Higiene dan Sanitasi

Prinsip Pengelolaan Makanan

1. Keadaan materi kuliner

Semua jenis materi kuliner perlu mendapat perhatian secara fisik serta kesegarannya terjamin, terutama bahan-bahan kuliner yang gampang membusuk atau rusak menyerupai daging, ikan, susu, telor, kuliner dalam kaleng, buah, dsb. Bahan kuliner yang baik kadang-kadang tidak gampang kita temui, lantaran jaringan perjalanan kuliner yang begitu panjang dan melalui jaringan perdagangan yang begitu luas. Salah satu upaya mendapat materi kuliner yang baik yakni menghindari penggunaan materi kuliner yang berasal dari sumber tidak terang (liar) lantaran kurang sanggup dipertanggung jawabkan secara kualitasnya.

2. Cara penyimpanan materi makanan

Tidak semua materi kuliner yang tersedia pribadi dikonsumsi oleh masyarakat. Bahan kuliner yang tidak segera diolah terutama untuk katering dan penyelenggaraan kuliner perlu penyimpanan yang baik, mengingat sifat materi kuliner yang berbeda-beda dan sanggup membusuk, sehingga kualitasnya sanggup terjaga. Cara penyimpanan yang memenuhi syarat higiene sanitasi kuliner yakni sebagai berikut:

a. Penyimpanan harus dilakukan ditempat khusus (gudang) yang higienis dan memenuhi syarat.

b. Barang-barang biar disusun dengan baik sehingga gampang diambil, tidak memberi kesempatan serangga atau tikus untuk bersarang, terhindar dari lalat atau tikus dan untuk produk yang gampang amis atau rusak biar disimpan pada suhu yang dingin.

3. Proses pengolahan

Pada proses atau cara pengolahan kuliner ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian, yaitu:

a. Tempat pengolahan kuliner

Tempat pengolahan kuliner yakni suatu daerah dimana kuliner diolah, daerah pengolahan ini sering disebut dapur. Dapur memiliki peranan yang penting dalam proses pengolahan makanan, lantaran itu kebersihan dapur dan lingkungan sekitarnya harus selalu terjaga dan diperhatikan. Dapur yang baik harus memenuhi persyaratan sanitasi.

b. Tenaga pengolah kuliner / Penjamah Makanan

Penjamah kuliner berdasarkan Depkes RI (2006) yakni orang yang secara pribadi bekerjasama dengan kuliner dan peralatan mulai dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan pengangkutan hingga penyajian. Dalam proses pengolahan makanan, kiprah dari penjamah kuliner sangatlah besar peranannya. Penjamah kuliner ini memiliki peluang untuk menularkan penyakit. Banyak nanah yang ditularkan melalui penjamah makanan, antara lain Staphylococcus aureus ditularkan melalui hidung dan tenggorokan, kuman Clostridium perfringens, Streptococcus, Salmonella sanggup ditularkan melalui kulit. Oleh alasannya itu penjamah kuliner harus selalu dalam keadan sehat dan terampil.

c. Cara pengolahan kuliner

Cara pengolahan yang baik yakni tidak terjadinya kerusakan-kerusakan kuliner sebagai tanggapan cara pengolahan yang salah dan mengikui kaidah atau prinsip-prinsip higiene dan sanitasi yang baik atau disebut GMP (good manufacturing practice).

4. Cara pengangkutan kuliner yang telah masak

Pengangkutan makan dari daerah pengolahan ke daerah penyajian atau penyimpanan perlu mendapat perhatian biar tidak terjadi kontaminasi baik dari serangga, abu maupun bakteri. Wadah yang dipergunakan harus utuh, besar lengan berkuasa dan tidak berkarat atau bocor. Pengangkutan untuk waktu yang usang harus diatur suhunya dalam keadaan panas 60°C atau tetap masbodoh 4°C.

5. Cara penyimpanan kuliner masak

Penyimpanan kuliner masak sanggup digolongkan menjadi dua, yaitu daerah penyimpanan kuliner pada suhu biasa dan daerah penyimpanan pada suhu dingin. Makanan yang gampang membusuk sebaiknya disimpan pada suhu masbodoh yaitu < 4°C. Untuk kuliner yang disajikan lebih dari 6 jam, disimpan dalam suhu -5°C s/d -1°C. 

6. Cara penyajian kuliner masak

Saat penyajian kuliner yang perlu diperhatikan yakni biar kuliner tersebut terhindar dari pencemaran, peralatan yang dipakai dalam kondisi baik dan bersih, petugas yang menyajikan harus sopan serta senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan pakaiannya.

 

Semua jenis materi kuliner perlu mendapat perhatian secara fisik serta kesegarannya terjami Prinsip Pengelolaan Makanan; Higiene dan Sanitasi

Higiene dan Sanitasi

Pengertian higiene berdasarkan Depkes yakni upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu subyeknya. Misalnya mencuci tangan untuk melindungi kebersihan tangan, basuh piring untuk melindungi kebersihan piring, membuang bab kuliner yang rusak untuk melindungi keutuhan kuliner secara keseluruhan.

Sanitasi kuliner yakni salah satu perjuangan pencegahan yang menitik beratkan acara dan tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala ancaman yang sanggup menganggu atau memasak kesehatan, mulai dari sebelum kuliner diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan, hingga pada dikala dimana kuliner dan minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau konsumen. Sanitasi kuliner ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan, mencegah konsumen dari penyakit, mencegah penjualan kuliner yang akan merugikan pembeli, mengurangi kerusakan atau pemborosan makanan.

 

Referensi:

Depdiknas. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Hermiati, M.I. 2003. Higiene dan Sanitasi Makanan Pada Kantin Sekolah Dasar Sebelum dan Setelah dilakukan Pembinaan di Kecamatan Tanjungkarang Pusat Kota Bandar Lampung. Skripsi. Hal: 4-6

Indan, E. 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat. PT. Citra Aditya Bakti : Bandung

Juli, S.S. 2002. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta

Kamis, 19 Mei 2011

Bahan Pencemar Kuliner Dan Penyakit Bawaan Makanan

Rantai proses pengolahan masakan dimulai dari sumber materi mentah  Bahan Pencemar Makanan dan Penyakit Bawaan Makanan

Rantai proses pengolahan masakan dimulai dari sumber materi mentah (pencemaran primer) sampai penyajian masakan (pencemaran sekunder). Dengan demikian pada setiap tahapan proses ini sanggup terjadi kontaminasi atau pencemaran terhadap materi atau masakan itu sendiri. Bahan cemaran terhadap masakan sanggup berupa:

a. Fisik: batu, kerikil, rambut, dll

b. Kimia: pestisida, insektisida, materi pengawet, dll

c. Biologi: bakteri, virus, jamur, benalu

Pencemaran sanggup menimbulkan terjadinya gangguan kesehatan yang disebut dengan penyakit bawaan penyakit atau foodborne illness atau yang paling sering dikenal sebagai ‘keracunan makanan’. Penyebab cemaran yang paling sering mengakibatkan problem kesehatan yakni pencemaran oleh bakteri.

Bakteri merupakan suatu mikroba kecil yang tidak sanggup dilihat dengan mata telanjang, namun hanya sanggup dilihat dengan mikroskop. Bakteri sanggup menimbulkan penyakit infeksi yang bersifat akut (mendadak) ataupun kronis (menahun). Bakteri sanggup hidup bila:

  1. Ada sumber makanan, khususnya protein
  2. Ada suhu yang sesuai; rentang suhu yang sesuai yakni 4-60 °C atau yang dikenal dengan nama ‘Zona Bahaya’
  3. Ada sumber air; kelembaban dan kandungan air yang tinggi

Ketiga hal di atas ditambah dengan waktu yang sesuai akan menciptakan kuman basil akan berkembang biak dengan cepat. Bakteri akan berkembang biak satu menjadi sejuta hanya dalam waktu 3-4 jam pada suhu zona ancaman ini. Makanan yang terpapar pada suhu zona ancaman lebih dari 4 jam sudah tidak layak konsumsi. Makanan disarankan sudah harus dikonsumsi semenjak 2 jam sehabis masakan matang. Beberapa basil sanggup mengeluarkan toksin atau racun yang menimbulkan penyakit. Toksin sanggup bertahan usang meskipun bakterinya sudah mati. Beberapa toksin bahkan sanggup bertahan pada suhu tinggi, sehingga sulit dihancurkan. Beberapa basil yang sering mengakibatkan pencemaran di antaranya: Salmonella; sering ditemukan di produk telur atau unggas, Clostridium; sering ditemukan pada masakan kaleng, kotoran tanah, Staphilococcus; ditemukan pada infeksi kulit, THT, dan abses termasuk jerawat, Entamoeba coli; ditemukan pada kotoran manusia.

Selain penyakit bawaan masakan yang bersifat infeksi, sanggup pula terjadi penyakit bawaan masakan yang bersifat:

  1. Alergi; badan menolak zat kandungan yang ada di dalam masakan (paling sering terjadi tanggapan protein tertentu)
  2. Intoksikasi; masuknya racun/toksin ke dalam badan baik alasannya yakni adanya toksin biologi (dari kuman) maupun toksin kimiawi (dari materi kimia atau proses kimia)

Prinsip dasar dari pencegahan penyakit bawaan masakan yakni dengan mencegah terjadinya cemaran atau kontaminasi terhadap makanan.

 

Referensi:

Depdiknas. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Hermiati, M.I. 2003. Higiene dan Sanitasi Makanan Pada Kantin Sekolah Dasar Sebelum dan Setelah dilakukan Pembinaan di Kecamatan Tanjungkarang Pusat Kota Bandar Lampung. Skripsi. Hal: 4-6

Indan, E. 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat. PT. Citra Aditya Bakti : Bandung

Juli, S.S. 2002. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta

Selasa, 17 Mei 2011

Langkah Simpel Dalam Persiapan Masakan Yang Kondusif Bagi Kesehatan

Secara umum WHO telah menggariskan beberapa  Langkah Mudah dalam Persiapan Makanan yang kondusif bagi Kesehatan  

Secara umum WHO telah menggariskan beberapa 10 langkah simpel dalam mencegah penyakit/menyehatkan masakan atau dalam persiapan masakan yang kondusif sebagai berikut :

  1. Pilihlah masakan yang telah diproses

Pada beberapa makanan, menyerupai buah-buahan dan sayur-sayuran, kondisi terbaik yaitu bila dimakan mentah atau dalam keadaan alamiah, tetapi masakan lain tidak kondusif bila dimakan mentah, kecuali bila telah diproses. Sebagai contoh, belilah susu yang telah dipasteurisasi daripada susu mentah dan bila memungkinkan, pilihlah daging unggas yang telah di radiasi ionisasi. Ingat bahwa pemrosesan masakan bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan memperpanjang masa kadaluwarsa. Beberapa masakan yang dikonsumsi mentah, menyerupai daun slada, perlu dicuci dengan sempurna.

  1. Masaklah masakan secara sempurna

Banyak masakan mentah, khususnya daging unggas, ternak, telur dan susu yang tidak dipasteurisasi, seringkali tercemar dengan patogen penyebab penyakit. Pemasakan yang tepat akan membunuh patogen, tetapi perlu diingat bahwa suhu pada seluruh cuilan makanan tersebut harus mencapai sedikitnya 70oC. Bila daging ayam yang telah dimasak masih mentah disekitar tulangnya, masukan kembali ke dalam alat pemanggang hingga daging tersebut benar-benar matang. Daging beku, ikan dan daging unggas harus dilepas-bekukan secara tepat sebelum dimasak.

  1. Makanlah segera masakan yang telah dimasak

Ketika masakan yang gres dimasak didinginkan hingga suhu kamar, mikroorganisme mulai berkembang biak. Semakin usang disimpan di suhu kamar, semakin besar resikonya. Supaya aman, makanlah masakan segera sehabis simpulan dimasak.

  1. Simpanlah masakan yang telah dimasak secara hati-hati

Jika Anda menyiapkan masakan lebih awal atau ingin menyimpan sisanya lebih dari 4-5 jam, simpanlah masakan dalam keadaan panas (di atas 60oC) atau masbodoh (di bawah 10oC).

  1. Panaskan kembali secara tepat masakan yang telah dimasak

Penyimpanan yang baik memperlambat pertumbuhan mikroorganisme bukan membunuhnya. Pemanasan kembali masakan hingga seluruh cuilan mencapai 70oC yaitu dukungan terbaik untuk melawan berkembangbiaknya mikrorganisme selama penyimpanan.

  1. Hindari kontak antara masakan mentah dengan masakan matang

Makanan matang sanggup tercemar oleh masakan mentah. Makanan matang sanggup juga tercemar melalui kontak yang tidak eksklusif melalui pisau dan ganjal papan potong yang sebelumnya dipakai untuk memotong daging ayam matang tanpa dicuci terlebih dahulu.

  1. Cucilah tangan sesering mungkin

Cucilah tangan secara sempurna, sebelum menyiapkan masakan dan setiap kali terhenti terutama jikalau Anda harus mengganti popok bayi atau harus ke kamar kecil. Setelah menyiapkan masakan mentah menyerupai ikan, daging ternak atau daging unggas, cucilah tangan Anda sebelum menangani masakan yang lain. Balutlah bila ada luka abses pada tangan Anda. Ingatlah bahwa binatang peliharaan sering sebagai pembawa patogen berbahaya, yang sanggup masuk ke masakan melalui tangan Anda.

  1. Jaga semoga dapur Anda selalu bersih

Permukaan dapur yang dipakai untuk menyiapkan masakan harus selalu bersih. Kain pembersih yang sering kontak dengan piring dan alat masak harus diganti setiap hari dan direbus sebelum dipakai kembali. Untuk membersihkan lantai, gunakan kain yang terpisah dan kain tersebut juga harus sering dicuci.

  1. Lindungi masakan dari serangga, tikus dan binatang lain

Binatang-binatang sering sebagai pembawa mikroorganisma patogen yang menjadikan penyakit yang ditularkan makanan. Simpanlah masakan pada kemasan tertutup.

  1. Gunakan air bersih

Air higienis untuk persiapan masakan yaitu sama pentingnya dengan air untuk minum. Jika Anda kurang yakin terhadap keamanan sumber air di rumah Anda, rebuslah air terlebih dahulu sebelum ditambahkan ke masakan atau sebelum dibentuk untuk es batu. Anda harus lebih berhati-hati terhadap air yang dipakai untuk mempersiapkan masakan bayi.

 

Referensi:

Depdiknas. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Hermiati, M.I. 2003. Higiene dan Sanitasi Makanan Pada Kantin Sekolah Dasar Sebelum dan Setelah dilakukan Pembinaan di Kecamatan Tanjungkarang Pusat Kota Bandar Lampung. Skripsi. Hal: 4-6

Indan, E. 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat. PT. Citra Aditya Bakti : Bandung

Juli, S.S. 2002. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta

Minggu, 15 Mei 2011

Makanan; Kriteria Kelayakan Makanan; Faktor Yang Besar Lengan Berkuasa Terhadap Makanan

Makanan yakni kebutuhan pokok insan yang dibutuhkan setiap ketika dan memerlukan pengelol Makanan; Kriteria Kelayakan Makanan; Faktor yang Berpengaruh Terhadap Makanan

Makanan yakni kebutuhan pokok insan yang dibutuhkan setiap ketika dan memerlukan pengelolaan yang baik dan benar biar bermanfaat bagi tubuh. Menurut WHO, yang dimaksud kuliner yakni : “Food include all substances, whether in a natural state or in a manufactured or prepared form, wich are part of human diet.” Batasan kuliner tersebut tidak termasuk air, obat-obatan dan substansi-substansi yang diharapkan untuk tujuan pengobatan.

Kriteria Kelayakan Makanan

Makanan yang dikonsumsi hendaknya memenuhi kriteria bahwa kuliner tersebut layak untuk dimakan dan tidak menimbulkan penyakit, diantaranya :

  1. Berada dalam derajat kematangan yang dikehendaki.
  2. Bebas dari pencemaran di setiap tahap produksi dan penanganan selanjutnya.
  3. Bebas dari perubahan fisik, kimia yang tidak dikehendaki, sebagai akhir dari pengaruh.
  4. enzim, aktifitas mikroba, binatang pengerat, serangga, benalu dan kerusakan-kerusakan alasannya tekanan, pemasakan dan pengeringan.
  5. Bebas dari mikroorganisme dan benalu yang menimbulkan penyakit yang dihantarkan oleh kuliner (food borne illness).

Faktor Langsung Maupun Tidak Langsung yang Berpengaruh Terhadap Makanan

1. Air yang diharapkan dalam semua proses pengolahan materi makanan.

2. Air Kotor (sewage)

Berbagai materi organik dan anorganik yang terlarut dalam air kotor merupakan sumber dari bakteri-bakteri patogen, terutama basil pada akses pencernaan yang berperan penting sebagi sumber pencemar bagi air dan makanan.

3. Tanah

Tanah yang menjadikan mikroorganisme sanggup mengkontaminasi materi kuliner dengan banyak sekali cara, yaitu: terbawa oleh alat-alat kuliner dan masuk ke dalam kawasan makanan/penyimpanan makan yang karenanya masuk ke dalam makanan, masuk pada bagian-bagian tanaman-tanaman/sayuran, dan kuliner yang dibungkus dengan bahan/kertas yang tercemar tanah yang mengandung mikroorganisme

4. Udara

Mikroorganisme di udara terbawa oleh partikel-partikel, debu, air atau titik-titik ludah yang disebar oleh binatang maupun insan yang sedang batuk. Namun, tergantung pada demam isu dan lokasi.

5. Hewan tanah/piaraan

Bakteri-bakteri dari ternak sangat dekat kaitannya dengan kejadian keracunan makanan. Contohnya: Salmonella, Clostridium perfrigens.

6. Binatang Pengerat/Tikus

Ancaman kontaminasi pada sayuran/buah-buahan ketika dipetik, diangkat, disimpan, diolah dan disajikan.

  Makanan yakni kebutuhan pokok insan yang dibutuhkan setiap ketika dan memerlukan pengelol Makanan; Kriteria Kelayakan Makanan; Faktor yang Berpengaruh Terhadap Makanan

 

Referensi:

Depdiknas. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Hermiati, M.I. 2003. Higiene dan Sanitasi Makanan Pada Kantin Sekolah Dasar Sebelum dan Setelah dilakukan Pembinaan di Kecamatan Tanjungkarang Pusat Kota Bandar Lampung. Skripsi. Hal: 4-6

Indan, E. 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat. PT. Citra Aditya Bakti : Bandung

Juli, S.S. 2002. Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta

Sabtu, 14 Mei 2011

Pencemaran Masakan Oleh Mikroorganisme

 Makanan yang disukai insan pada umumnya disukai oleh mikroorganisme Pencemaran Makanan Oleh Mikroorganisme
Makanan yang disukai insan pada umumnya disukai oleh mikroorganisme, menyerupai virus, basil dan jamur yang menyerang materi kuliner yang mentah menyerupai pada sayuran, buah-buahan, susu, daging, dan banyak kuliner yang sudah dimasak menyerupai nasi, roti, camilan bagus dan lauk pauk. Bakteri yang tumbuh di dalam kuliner mengubah kuliner tersebut menjadi zat organik yang berkurang energinya. Populasi mikroba pada banyak sekali jenis materi pangan umumnya sangat spesifik, tergantung dari jenis materi pangannya, kondisi lingkungan dan cara penyimpanannya dalam batas-batas tertentu kandungan mikroba pada materi pangan yaitu kuat terhadap ketahanan materi pangan tersebut
Ada beberapa faktor yang berafiliasi dengan daya hidup dan pertumbuhan dari mikroorganisme pada sebuah materi kuliner (faktor intrinsik), diantaranya yaitu kandungan nutrisi, kandungan air, derajat keasaman (pH), kandungan oksigen, struktur biologi, kandungan antimikrobial. Sedangkan faktor ekstrinsik (dari luar) yaitu, temperatur, relative humidity (kelembaban) lingkungan, konsentrasi gas lingkungan. Mikroorganisme sanggup masuk ke materi mentah kuliner melalui tangan penjamah kuliner atau melalui alat-alat produksi kuliner yang tidak higienis atau tidak dicuci dengan sempurna. Sehingga memungkinkan kontaminasi basil dalam materi mentah dan terus tumbuh dalam materi kuliner tersebut. Selain faktor intrinsik dan ekstrinsik terdapat juga faktor implisit, dimana faktor ini berupa karakteristik dari mikroba itu sendiri. Faktor pengolahan, adanya perubahan mikroba awal yang merupakan akhir dari cara pengolahan materi pangan menyerupai pemansan, pendinginan, radiasi dan juga adanya penambahan materi pengawet. Ketika faktor-faktor tersebut cocok dengan basil saproba dan basil patogen tertentu yang sanggup menghasilkan racun, maka terjadilah pencemaran makanan. Pencemaran kuliner ini ditandai oleh adanya toksin sebagai hasil dari populasi basil yang tumbuh pada kuliner tersebut.
Bakteri yang tumbuh dan berkembang biak pada makanan, bisa menghasilkan 2 macam toksin yakni enterotoksin, yaitu toksin yang mengganggu alat-alat pencernaan, kedua neurotoksin yaitu toksin yang mengganggu urat syaraf. Jika kuliner sudah dihinggapi mikroorganisme, maka akan mengalami penguraian. Penguraian tersebut sanggup mengurangi nilai gizi dan kelezatan pada materi kuliner tersebut. Inilah yang dinamakan pencemaran kuliner secara biologis. Makanan yang mengalami penguraian akan menjadi racun bagi badan sehingga sanggup mengakibatkan sakit bahkan kematian. Makanan yang terurai tersebut menjadi zat organik yang mempunyai energi yang lebih kecil.
Berikut merupakan salah satu teladan cara pencemaran mikroorganise pada kuliner yang terjadi pada susu. Bakteri pencemar dalam susu sanggup diklasifikasikan menjadi dua, yaitu basil patogen dan basil pembusuk. Bakteri pembusuk menyerupai Micrococcus sp., Pseudomonas sp., dan Bacillus sp. akan menguraikan protein menjadi asam amino dan merombak lemak dengan enzim lipase sehingga susu menjadi asam dan berlendir. Beberapa Bacillus sp. yang mencemari susu antara lain adalah B. cereus, B. subtilis, dan B. licheniformis.
Selain itu terdapat basil E. coli O157 : H7 termasuk kelompok enterohemoragik yang merupakan basil patogen. E. coli (EHEC) pada insan yang mengakibatkan terjadinya hemorrhagic colitis (HC), hemolytic, uremic syndrome (HUS), dan thrombocytopenia purpura (TPP). Infeksi E. Coli O157:H7 pada insan terjadi lantaran minum susu yang tercemar feses sapi atau dari lingkungan. Bakteri yang bisa hidup pada refrigerator yaitu L. monocytogenes. Infeksi L. monocytogenes pada insan terjadi secara kronis. Kejadian L. Monocytogenes dalam susu dipengaruhi oleh musim. Kasus keracunan sesudah minum susu juga disebabkan oleh C. jejuni. Kasus tersebut terjadi pada anak sekolah, terutama pada dikala melaksanakan kunjungan ke peternakan. Susu yang tercemar kotoran unggas berpotensi mengakibatkan terjadinya food borne disease oleh C. jejuni (CDC 2005). Kelompok Bacillus sp. yang sering menjadi penyebab keracunan sesudah minum susu yaitu B. cereus (CDC 2002). Kontaminasi B. cereus dengan jumlah 104 cfu/ml berpotensi menghasilkan toksin sehingga mengakibatkan tanda-tanda menyerupai mual dan muntah. Gejala keracunan B. cereus dalam susu mencuat pada tahun 1988−1989. Gejala muncul 0,50−1 jam sesudah minum susu.
Referensi:
Achmad Djaeni Sediaoetama,Prof.DR.MSc, Ilmu Gizi,Dian Rakyat, jilid II, Jakarta,1989
Alan Berg and Robert J. Muscat, Faktor Gizi, Bharata Karya Aksara, Jakarta, 1987
A. Tresna Sastrawijaya, MSc, Pencemaran Lingkungan, Rineka Cipta, Jakarta, 1991
Majalah Kesehatan, edisi III, 1992

Rabu, 11 Mei 2011

Mikrobiologi Pangan

Mikrobiologi Pangan

Mikrobiologi yaitu suatu ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang sangat kecil yang hanya Mikrobiologi Pangan

Mikrobiologi yaitu suatu ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang sangat kecil yang hanya sanggup dilihat dengan memakai lensa pembesar atau mikroskop. Makhluk yang sangat kecil tersebut disebut mikroorganisme atau mikroba, dan ilmu yang mempelajari wacana mikroba yang sering ditemukan pada pangan disebut mikrobiologi pangan.

Pertumbuhan mikroba pada pangan sanggup menimbulkan banyak sekali perubahan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan. Mikroba yang merugikan contohnya yang menimbulkan kerusakan atau kebusukan pangan, dan yang sering menimbulkan penyakit atau keracunan pangan. Sedangkan mikroba yang menguntungkan yaitu yang berperan dalam proses fermentasi pangan, contohnya dalam pembuatan tempe,oncom, kecap, tauco, tape, dan lain-lain. Oleh alasannya yaitu itu dengan mengetahui sifat-sifat mikroba pada pangan kita sanggup mengatur kondisi sedemikian rupa sehingga pertumbuhan mikroba yang merugikan sanggup dicegah, sedangkan mikroba yang menguntungkan dirangsang pertumbuhannya.

Mikrobiologi yaitu suatu ilmu yang mempelajari makhluk hidup yang sangat kecil yang hanya Mikrobiologi Pangan

Jenis-jenis Mikroorganisme

Beberapa basil patogen yang sanggup menjadikan keracunan melalui pangan adalah:

1. Bacillus cereus

Bacillus cereus merupakan basil yang berbentuk batang, tergolong basil Gram-positif, bersifat aerobik, dan sanggup membentuk endospora. Keracunan akan timbul jikalau seseorang menelan basil atau bentuk sporanya, kemudian basil bereproduksi dan menghasilkan toksin di dalam usus, atau seseorang mengkonsumsi pangan yang telah mengandung toksin tersebut.

Gejala keracunan:

Bila seseorang mengalami keracunan yang disebabkan oleh toksin penyebab diare, maka tanda-tanda yang timbul bekerjasama dengan jalan masuk pencernaan serpihan bawah berupa mual, nyeri perut menyerupai kram, diare berair, yang terjadi 8-16 jam sehabis mengkonsumsi pangan

2. Clostridium botulinum

Clostridium botulinum merupakan basil Gram-positif yang sanggup membentuk spora tahan panas, bersifat anaerobik, dan tidak tahan asam tinggi. Toksin yang dihasilkan dinamakan botulinum, bersifat meracuni saraf (neurotoksik) yang sanggup menimbulkan paralisis. Toksin botulinum bersifat termolabil. Pemanasan pangan hingga suhu 800 C selama 30 menit cukup untuk merusak toksin. Sedangkan spora bersifat resisten terhadap suhu pemanasan normal dan sanggup bertahan hidup dalam pengeringan dan pembekuan.

Gejala keracunan:

Gejala botulism berupa mual, muntah, pening, sakit kepala, pandangan berganda, tenggorokan dan hidung terasa kering, nyeri perut, letih, lemah otot, paralisis, dan pada beberapa kasus sanggup menimbulkan kematian. Gejala sanggup timbul 12-36 jam sehabis toksin tertelan. Masa sakit sanggup berlangsung selama 2 jam hingga 14 hari.

3. Staphilococcus aureus

Terdapat 23 spesies Staphilococcus, tetapi Staphilococcus aureus merupakan basil yang paling banyak menimbulkan keracunan pangan. Staphilococcus aureus merupakan basil berbentuk kokus/bulat, tergolong dalam basil Gram-positif, bersifat aerobik fakultatif, dan tidak membentuk spora. Toksin yang dihasilkan basil ini bersifat tahan panas sehingga tidak gampang rusak pada suhu memasak normal. Bakteri sanggup mati, tetapi toksin akan tetap tertinggal. Toksin sanggup rusak secara sedikit demi sedikit ketika pendidihan minimal selama 30 menit.

Gejala keracunan:

Gejala keracunan sanggup terjadi dalam jangka waktu 4-6 jam, berupa mual, muntah (lebih dari 24 jam), diare, hilangnya nafsu makan, kram perut hebat, distensi abdominal, demam ringan

Beberapa basil patogen yang sanggup menginfeksi badan melalui pangan sehingga menimbulkan sakit adalah:

1. Salmonella

Salmonella merupakan basil Gram-negatif, bersifat anaerob fakultatif, motil, dan tidak menghasilkan spora. Salmonella bisa terdapat pada materi pangan mentah, menyerupai telur dan daging ayam mentah serta akan bereproduksi bila proses pamasakan tidak sempurna. Sakit yang diakibatkan oleh basil Salmonella dinamakan salmonellosis.

Gejala keracunan:

Pada kebanyakan orang yang terinfeksi Salmonella, tanda-tanda yang terjadi yaitu diare, kram perut, dan demam yang timbul 8-72 jam sehabis mengkonsumsi pangan yang tercemar. Gejala lainnya yaitu menggigil, sakit kepala, mual, dan muntah. Gejala sanggup berlangsung selama lebih dari 7 hari. Banyak orang sanggup pulih tanpa pengobatan, tetapi benjol Salmonella ini juga sanggup membahayakan jiwa terutama pada anak-anak, orang lanjut usia, serta orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh.

2. Clostridium perfringens

Clostridium perfringens merupakan bekteri Gram-positif yang sanggup membentuk endospora serta bersifat anaerobik. Bakteri ini terdapat di tanah, usus insan dan hewan, daging mentah, unggas, dan materi pangan kering. Clostridium perfringens dapat menghasilkan 5 enterotoksin yang tidak dihasilkan pada masakan sebelum dikonsumsi, tetapi dihasilkan oleh basil di dalam usus.

Gejala keracunan:

Gejala keracunan sanggup terjadi sekitar 8-24 jam sehabis mengkonsumsi pangan yang terkontaminasi bentuk vegetatif basil dalam jumlah besar. Di dalam usus, sel-sel vegetatif basil akan menghasilkan enterotoksin yang tahan panas dan sanggup menimbulkan sakit. Gejala yang timbul berupa nyeri perut, diare, mual, dan jarang disertai muntah. Gejala sanggup berlanjut selama 12-48 jam, tetapi pada kasus yang lebih berat sanggup berlangsung selama 1-2 ahad (terutama pada belum dewasa dan orang lanjut usia).

3. Escherichia coli

Bakteri Escherichia coli merupakan mikroflora normal pada usus kebanyakan binatang berdarah panas. Bakteri ini tergolong basil Gram-negatif, berbentuk batang, tidak membentuk spora, kebanyakan bersifat motil (dapat bergerak) memakai flagela, ada yang memiliki kapsul, sanggup menghasilkan gas dari glukosa, dan sanggup memfermentasi laktosa. Kebanyakan strain tidak bersifat membahayakan, tetapi ada pula yang bersifat patogen terhadap manusia, menyerupai Enterohaemorragic Escherichia coli (EHEC). Escherichia coli O157:H7 merupakan tipe EHEC yang terpenting dan berbahaya terkait dengan kesehatan masyarakat.

E. coli dapat masuk ke dalam badan insan terutama melalui konsumsi pangan yang

tercemar, contohnya daging mentah, daging yang dimasak setengah matang, susu mentah, dan cemaran fekal pada air dan pangan.

Gejala keracunan:

Gejala penyakit yang disebabkan oleh EHEC yaitu kram perut, diare (pada beberapa kasus sanggup timbul diare berdarah), demam, mual, dan muntah. Masa inkubasi berkisar 3-8 hari, sedangkan pada kasus sedang berkisar antara 3-4 hari.

Bakteri pada pencemaran masakan lainnya yaitu :

a. Clostridium Welchii dan Perfringens

Bakteri ini biasanya terdapat dalam makanan-makanan kaleng, lantaran spora-spora yang tidak mati dalam proses pasteurisasi. Dalam keadaan tertutup dengan pernafasan anaerob dari basil ini dan suhu yang menguntungkan, maka spora-spora tersebut sanggup tumbuh menjadi basil serta menghasilkan toksin.

b. Pseudomonas Cocovenenans

Pseudomonas Cocovenenans terdapat pada tempe bongkrek, yaitu masakan khas di Jawa tengah yang terbuat dari ampas kelapa.

c. Neurospora Sitophila

Bakteri ini terdapat pada oncom yang dalam pembuatannya memakai ragi berupa jamur Monilia Sitophila yaitu salah satu spesies jamur tak sempurna.

d. Aspergillus Flavus

Bakteri ini terdapat pada udang dalam kondisi tertentu yang menimbulkan basil ini berkembang dan menghasilkan racun Aflatoksin yang berbahaya sekali jikalau hingga termakan.

e. Clostridia Anaerob

Bakteri ini berkembang dalam produksi pengalengan daging di mana pemanasan yang dilakukan tidak cukup.

f. Clostridium Aerofoeticum dan C. Welchii

Ciri dari pencemaran masakan oleh basil ini yaitu adanya busuk busuk pada masakan tersebut.

 

Referensi:

Achmad Djaeni Sediaoetama,Prof.DR.MSc, Ilmu Gizi,Dian Rakyat, jilid II, Jakarta,1989

Alan Berg and Robert J. Muscat, Faktor Gizi, Bharata Karya Aksara, Jakarta, 1987

A. Tresna Sastrawijaya, MSc, Pencemaran Lingkungan, Rineka Cipta, Jakarta, 1991

Majalah Kesehatan, edisi III, 1992

Senin, 18 April 2011

Pengawetan Dan Materi Kimia

PENGAWETAN DAN BAHAN KIMIA

Secara garis besar pengawetan sanggup dibagi dalam  PENGAWETAN DAN BAHAN KIMIA

Secara garis besar pengawetan sanggup dibagi dalam 3 golongan yaitu :

1) Cara alami

2) Cara biologis

3) Cara kimiawi

1) PENGAWETAN SECARA ALAMI

Proses pengawetan secara alami mencakup pemanasan dan pendinginan.

2) PENGAWETAN SECARA BIOLOGIS

Proses pengawetan secara biologis contohnya dengan peragian (fermentasi).

Peragian (Fermentasi)

Merupakan proses perubahan karbohidrat menjadi alkohol. Zat-zat yang bekerja pada proses ini ialah enzim yang dibentuk oleh sel-sel ragi. Lamanya proses peragian tergantung dari materi yang akan diragikan.

Enzim

Enzim yaitu suatu katalisator biologis yang dihasilkan oleh sel-sel hidup dan sanggup membantu mempercepat majemuk reaksi biokimia. Enzim yang terdapat dalam kuliner sanggup berasal dari materi mentahnya atau mikroorganisme yang terdapat pada kuliner tersebut. Bahan kuliner menyerupai daging, ikan susu, buah-buahan dan biji-bijian mengandung enzim tertentu secara normal ikut aktif bekerja di dalam materi tersebut. Enzim sanggup menjadikan perubahan dalam materi pangan. Perubahan itu sanggup menguntungkan ini sanggup dikembangkan semaksimal mungkin, tetapi yang merugikan harus dicegah. Perubahan yang terjadi sanggup berupa rasa, warna, bentuk, kalori, dan sifat-sifat lainnya. Beberapa enzim yang penting dalam pengolahan daging yaitu bromelin dari nenas dan papain dari getah buah atau daun pepaya.

Enzim Bromalin

Didapat dari buah nenas, digunakan untuk mengempukkan daging. Aktifitasnya dipengaruhi oleh kematangan buah, konsentrasi pemakaian, dan waktu penggunaan. Untuk memperoleh hasil yang maksimum sebaiknya digunakan buah yang muda. Semakin banyak nenas yang digunakan, semakin cepat proses bekerjanya.

Enzim Papain

Berupa getah pepaya, disadap dari buahnya yang berumur 2,5 3 bulan. Dapat digunakan untuk mengepukan daging, materi penjernih pada industri minuman bir, industri tekstil, industri penyamakan kulit, industri pharmasi dan alat-alatkecantikan (kosmetik) dan lain-lain. Enzim papain biasa diperdagangkan dalam bentuk serbuk putih kekuningan, halus, dan kadar airnya 8%. Enzim ini harus disimpan dibawah suhu 60o C. Pada 1 (satu) buah pepaya sanggup dilakukan 5 kali sadapan. Tiap sadapan menghasilkan + 20 gram getah. Getah sanggup diambil setiap 4 hari dengan jalan menggoreskan buah tersebut dengan pisau.

3) PENGAWETAN SECARA KIMIA

Menggunakan bahan-bahan kimia, menyerupai gula pasir, garam dapur, nitrat, nitrit, natrium benzoat, asam propionat, asam sitrat, garam sulfat, dan lain-lain. Proses pengasapan juga termasuk cara kimia lantaran bahan-bahan kimia dalam asap dimasukkan ke dalam kuliner yang diawetkan. Apabila jumlah pemakainannya tepat, pengawetan dengan bahan-bahan kimia dalam kuliner sangat mudah lantaran sanggup menghambat berkembangbiaknya mikroorganisme menyerupai jamur atau kapang, bakteri, dan ragi.

a) Asam propionat (natrium propionat atau kalsium propionat)

Sering digunakan untuk mencegah tumbuhnya jamur atau kapang. Untuk materi tepung terigu, takaran maksimum yang digunakan yaitu 0,32 % atau 3,2 gram/kg bahan; sedngkan untuk materi dari keju, takaran maksimum sebesar 0,3 % atau 3 gram/kg bahan.

b) Asam Sitrat (citric acid)

Merupakan senyawa intermedier dari asam organik yang berbentuk Kristal atau serbuk putih. Asam sitrat ini maudah larut dalam air, spriritus, dan ethanol, tidak berbau, rasanya sangat asam, serta kalau dipanaskan akan meleleh kemudian terurai yang selanjutnya terbakar hingga menjadi arang. Asam sitrat juga terdapat dalam sari buah-buahan menyerupai nenas, jeruk, lemon, markisa. Asam ini digunakan untuk meningkatkan rasa asam (mengatur tingkat keasaman) pada banyak sekali pengolahan minum, produk air susu, selai, jeli, dan lain-lain. Asam sitrat berfungsi sebagai pengawet pada keju dan sirup, digunakan untuk mencegah proses kristalisasi dalam madu, gula-gula (termasuk fondant), dan juga untuk mencegah pemucatan banyak sekali makanan, contohnya buah-buahan kaleng dan ikan. Larutan asam sitrat yang encer sanggup digunakan untuk mencegah pembentukan bintik-bintik hitam pada udang. Penggunaan maksimum dalam minuman yaitu sebesar 3 gram/liter sari buah.

c) Benzoat (acidum benzoicum atau flores benzoes atau benzoic acid)

Benzoat biasa diperdagangkan yaitu garam natrium benzoat, dengan ciriciri berbentuk serbuk atau kristal putih, halus, sedikit berbau, berasa payau, dan pada pemanasan yang tinggi akan meleleh kemudian terbakar

d) Bleng

Merupakan larutan garam fosfat, berbentuk kristal, dan berwarna kekuning-kuningan. Bleng banyak mengandung unsur boron dan beberapa mineral lainnya. Penambahan bleng selain sebagai pengawet pada pengolahan materi pangan terutama kerupuk, juga untuk membuatkan dan mengenyalkan bahan, serta memberi aroma dan rasa yang khas. Penggunaannya sebagai pengawet maksimal sebanyak 20 gram per 25 kg bahan. Bleng sanggup dicampur pribadi dalam adonan sesudah dilarutkan dalam air atau diendapkan terlebih dahulu kemudian cairannya dicampurkan dalam adonan.

e) Garam dapur (natrium klorida)

Garam dapur dalam keadaan murni tidak berwarna, tetapi kadang kala berwarna kuning kecoklatan yang berasal dari kotoran-kotoran yang ada didalamnya. Air bahari mengandung + 3 % garam dapur. Garam dapur sebagai penghambat pertumbuhan mikroba, sering digunakan untuk mengawetkan ikan dan juga bahan-bahan lain. Pengunaannya sebagai pengawet minimal sebanyak 20 % atau 2 ons/kg bahan.

f) Garam sulfat

Digunakan dalam kuliner untuk mencegah timbulnya ragi, kuman dan warna kecoklatan pada waktu pemasakan.

g) Gula pasir

Digunakan sebagai pengawet dan lebih efektif bila digunakan dengan tujuan menghambat pertumbuhan bakteri. Sebagai materi pengawet, pengunaan gula pasir minimal 3% atau 30 gram/kg bahan.

h) Kaporit (Calsium hypochlorit atau hypochloris calsiucus atau chlor kalk

atau kapur klor)

Merupakan adonan dari calsium hypochlorit, -chlorida da -oksida, berupa serbuk putih yang sering menggumpal hingga membentuk butiran. Biasanya mengandung 25 70 % chlor aktif dan baunya sangat khas. Kaporit yang mengandung klor ini digunakan untuk mensterilkan air minum dan kolam renang, serta mencuci ikan.

i) Natrium Metabisulfit

Natrium metabisulfit yang diperdagangkan berbentuk kristal. Pemakaiannya dalam pengolahan materi pangan bertujuan untuk mencegah proses pencoklatan pada buah sebelum diolah, menghilangkan bacin dan rasa getir terutama pada ubi kayu serta untuk mempertahankan warna biar tetap menarik. Natrium metabisulfit sanggup dilarutkan tolong-menolong materi atau diasapkan. Prinsip pengasapan tersebut yaitu mengalirkan gas SO2 ke dalam materi sebelum pengeringan. Pengasapan dilakukan selama + 15 menit. Maksimum penggunaannya sebanyak 2 gram/kg bahan. Natrium metabisulfit yang hiperbola akan hilang sewaktu pengeringan.

j) Nitrit dan Nitrat

Terdapat dalam bentuk garam kalium dan natrium nitrit. Natrium nitrit berbentuk butiran berwarna putih, sedangkan kalium nitrit berwarna putih atau kuning dan kelarutannya tinggi dalam air. Nitrit dan nitrat sanggup menghambat pertumbuhan kuman pada daging dan ikan dalam waktu yang singkat. Sering digunakan pada danging yang telah dilayukan untuk mempertahankan warna merah daging. Jumlah nitrit yang ditambahkan biasanya 0,1 % atau 1 gram/kg materi yang diawetkan. Untuk nitrat 0,2 % atau 2 gram/kg bahan. Apabila lebih dari jumlah tersebut akan menjadikan keracunan, oleh lantaran itu pemakaian nitrit dan nitrat diatur dalam undang-undang. Untuk mengatasi keracunan tersebut maka pemakaian nitrit biasanya dicampur dengan nitrat dalam

jumlah yang sama. Nitrat tersebut akan diubah menjadi nitrit bertahap sehingga jumlah nitrit di dalam daging tidak berlebihan.

k) Sendawa

Merupakan senyawa organik yang berbentuk kristal putih atau tak berwarna, rasanya asin dan sejuk. Sendawa gampang larut dalamair dan meleleh pada suhu 377oC. Ada tiga bentuk sendawa, yaitu kalium nitrat, kalsium nitrat dan natrium nitrat. Sendawa sanggup dibentuk dengan mereaksikan kalium khlorida dengan asam nitrat atau natrium nitrat. Dalamindustri biasa digunakan untuk menciptakan korek api, materi peledak, pupuk, dan juga untuk pengawet materi pangan. Penggunaannya maksimum sebanyak 0,1 % atau 1 gram/kg bahan.

l) Zat Pewarna

Zat pewarna ditambahkan ke dalam materi kuliner menyerupai daging, sayuran, buah-buahan dan lain-lainnya untuk menarik selera dankeinginan konsumen. Bahan pewarna alam yang sering digunakan yaitu kunyit, karamel dan pandan. Dibandingkan dengan pewarna alami, maka materi pewarna sintetis memiliki banyak kelebihan dalam hal keanekaragaman warnanya, baik keseragaman maupun kestabilan, serta penyimpanannya lebih gampang dan tahan lama. Misalnya carbon black yang sering digunakan untuk menunjukkan warna hitam, titanium oksida untuk memutihkan, dan lainlain. Bahan pewarna alami warnanya jarang yang sesuai dengan yang dinginkan.

4. PROSES BEBAS KUMAN

Ada dua cara proses bebas kuman, yaitu sterilisasi dan pasteurisasi

Sterilisasi

Adalah proses bebas kuman, virus, spora dan jamur. Keadaan steril ini sanggup dicapai dengan cara alami maupun kimiawi.

Secara alami dapat dilakukan dengan:

- memanaskan alat-alat dalam air mendidih pada suhu 100oC selama 15 menit, untuk mematikan kuman dan virus;

- memanaskan alat-alat dalam air mendidih pada suhu 120 oC selama 15 menit untuk mematikan spora dan jamur.

Secara kimiawi dapat dilakukan dengan memakai antiseptik dan desinfektan.

a. Antiseptik

Merupakan zat yang sanggup menghambat atau membunuh pertumbuhan jasad renik menyerupai bakteri, jamur dan lain-lain pada jaringan hidup. Ada beberapa materi yang sering digunakan sebagai antiseptik, antara lain:

1. Alkohol, efektif digunakan dengan kepekatan 50 70 %;untuk memecah protein yang ada dalam kuman penyakit sehingga pertumbuhannya terhambat.

2. Asam dan alkali, penggunaannya sama dengan alkohol.

3. Air raksa (hidrargirum=Hg), arsenikum (As) dan Argentum (Ag), yang bekerja melalui sistem enzim pada kuman penyakit.

4. Pengoksida, juga bekerja pada sistem enzim kuman penyakit. Terdiri dari iodium untuk desinfektan kulit dan chlor untuk desinfektan air minum.

5. Zat warna, terutama analin dan akridin yang digunakan untuk mewarnai kuman penyakit sehingga gampang untuk menemukan jaringan mana dari kuman tersebut yang akan dihambat pertumbuhannya.

6. Pengalkil, yang digunakan untuk memecah protein kuman sehingga aktifitasnya terhambat. Contohnya yaitu formaldehid.

b. Desinfektan

Merupakan materi kimia yang digunakan untukmencegah terjadinya infeksi atau pencemaran jasad renik menyerupai kuman dan virus, juga untuk membunuh kuman penyakit lainnya. Jenis desinfektan yang biasa digunakan yaitu chlor atau formaldehid. Jenis ini lebih efektif bila dicampur dengan air terutama dalampembuatan es. Untuk menjaga kualitas ikan penggunaan chlor sebanyak 0,05 % atau 0,5 gram/liter air sangat efektif

Pasteurisasi

Dilakukan dengan memanaskan daerah yang telah diisi kuliner atau minuman dalam air mendidih pada suhu sekurang-kurangnya 63ºC selama 30 menit, kemudian segera diangkat dan didinginkan hingga suhu maksimum 10ºC. Dengan cara ini maka pertumbuhan kuman sanggup dihambat dengan cepat tanpa mensugesti rasa kuliner dan minuman.

5. DAFTAR PUSTAKA

1) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1988

2) Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Ichtisar Baru-Van Hoeve, 1984

3) Ensiklopedi Nasional Indonesia. Jakarta: PT. Cipta Adi Pustaka, 1990

4) Ensiklopedi Umum. Jakarta: Yayasan Kanisius. 1977

5) Hudaya, S. Food Additives. Bandung: Fakultas Pertanian – Universitas Pajajaran, 1978

6) Indrawati, T. et al. Pembuatan kecap keong sawah dengan memakai enzim bromelin. Jakarta: Balai Pustaka, 1983

7) Winarno, F.G.; S. Fardiaz; A. Rahman. Perkembangan Ilmu teknologi pangan. Bogor: Fakultas Mekanisme dan Teknologi Hasil Pertanian – Institut Pertanian Bogor, 1974

Selasa, 12 April 2011

Manfaat Flavonoid Untuk Kesehatan

 atom karbon yang umumnya tersebar di dunia tumbuhan Manfaat Flavonoid untuk Kesehatan
Flavonoid yaitu senyawa yang terdiri dari dari 15 atom karbon yang umumnya tersebar di dunia tumbuhan. Lebih dari 2000 flavonoid yang berasal dari tumbuhan telah diidentifikasi, namun ada tiga kelompok yang umum dipelajari, yaitu antosianin, flavonol, dan flavon.  Antosianin (dari bahasa Yunani anthos , bunga dan kyanos, biru-tua) yaitu pigmen berwarna yang umumnya terdapat di bunga berwarna merah, ungu, dan biru . Pigmen ini juga terdapat di aneka macam penggalan tumbuhan lain misalnya, buah tertentu, batang, daun dan bahkan akar. Flavnoid sering terdapat di sel epidermis. Sebagian besar flavonoid terhimpun di vakuola sel tumbuhan walaupun daerah sintesisnya ada di luar vakuola.
 atom karbon yang umumnya tersebar di dunia tumbuhan Manfaat Flavonoid untuk Kesehatan
Flavonoids dikenal sebagai salah satu substansi antioksidan yang berkekuatan sangat berpengaruh hingga sanggup menghilangkan imbas merusak yang terjadi pada oksigen dalam badan manusia. Sekarang ini para peneliti sangat tertarik mengenai potensi manfaat substansi kimiawi tersebut yang juga banyak terkandung dalam bawang bombay, apel, dan anggur merah.

Sementara penelitian terdahulu menyimpulkan bahwa minum teh yaitu baik bagi kesehatan jantung, temuan terakhir menyimpulkan kebenaran imbas dramatik tersebut bagi laki-laki maupun wanita. Penelitian tersebut meliputi hasil penelitian atas teh yang dihasilkan dari jenis teh hitam. Para ilmuwan peneliti menyatakan bahwa teh hitam mengandung plavonoids yang berkekuatan lebih berpengaruh dibanding teh hijau, sementara teh herbal disimpulkan ternyata tidak mengandung sedikitpun flavonoids. Hasil penelitian terbaru para peneliti Belanda menunjukkan bahwa orang yang meminum satu hingga dua gelas teh setiap hari akan menurunkan resiko hingga sekitar 46% terhadap gangguan penyakit aortic atherosclerossis, yaitu penyempitan pembuluh darah arteri yang disebabkan terjadinya penimbunan lemak atau substansi lainnya dalam dinding dalam susukan pembuluh darah. Dengan minum hingga 4 gelas teh maka penurunan angka resiko berkurang hingga 69%.

Hasil temuan didasarkan atas penelitian di Belanda terhadap 3,454 orang yang berkondisi bebas dari tanda-tanda penyakit jantung pada awal penelitian dilakukan. Hasilnya dipublikasikan dalam edisi terakhir Archives of Internal Medicine, suatu jurnal ilmiah terbitan Chicago, USA. Menariknya kandungan flavonoid dalam sarang semut cukup tinggi, sebagaimana yang ada kandang lebah, sehingga dengan adanya flavonoid di kandang lebah, mengakibatkan daerah tersebut kondusif dari segala bahaya penyakit, bahkan radiasi radioaktif sekalipun. Menurut penelitian Flavonoid merupakan golongan senyawa materi alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan penggalan penting dari diet insan lantaran banyak keuntungannya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam badan insan yaitu sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain yaitu untuk melindungi struktur sel, mempunyai relasi sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.
Dalam banyak kasus, flavonoid sanggup berperan secara eksklusif sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme menyerupai basil atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain menyerupai asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian­-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker.
Pada Sarang Semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Hal ini sesuai dengan basil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang mempelajari golongan senyawa ini dalam kaitannya dengan sistem pertahanan diri tumbuhan Sarang Semut.
 
# aneka macam sumber

Sabtu, 09 April 2011

Potensi Minyak Bawang Putih Sebagai Santunan Terhadap Penyakit Jantung Pada Diabetes

 Bawang putih mengandung minyak yang sanggup membantu mencegah cardiomyopathy Potensi Minyak Bawang Putih sebagai Perlindungan terhadap Penyakit Jantung pada Diabetes
Bawang putih mengandung minyak yang sanggup membantu mencegah cardiomyopathy, membentuk penyakit jantung yang terkemuka penyebab maut pada orang dengan diabetes 

" Disfungsi kontraktil jantung dan Apoptosis dalam streptozotocin-induced Tikus Diabetik Apakah terbantu dengan Suplementasi Minyak Bawang Putih "

Jurnal dan Makanan Kimia Pertanian

Bawang putih telah "signifikan" berpotensi untuk mencegah cardiomyopathy, suatu bentuk penyakit jantung yang merupakan penyebab utama maut pada penderita diabetes, para ilmuwan telah menyimpulkan dalam sebuah studi baru. Laporan mereka, yang juga menjelaskan mengapa orang dengan diabetes berisiko tinggi untuk kardiomiopati diabetes, muncul dalam ACS '-mingguan Journal bi Pertanian dan Pangan Kimia.
Wei-Wen Kuo dan rekan mencatat bahwa orang dengan diabetes mempunyai minimal dua kali risiko maut akhir penyakit jantung menyerupai orang lain, dengan akuntansi penyakit jantung untuk 80 persen dari semua maut terkait diabetes. Mereka terutama rentan terhadap suatu bentuk penyakit jantung disebut kardiomiopati diabetes, yang terbakar dan jaringan otot melemahkan jantung. Kelompok Kuo mempunyai petunjuk dari studi sebelumnya bahwa bawang putih sanggup melindungi terhadap penyakit jantung secara umum dan juga membantu mengontrol kadar gula darah tinggi absurd yang terjadi pada diabetes. Tapi mereka menyadari bahwa beberapa studi telah dilakukan khusus pada imbas bawang putih terhadap cardiomyopathy diabetes.
Para ilmuwan memberi makan baik minyak bawang putih atau minyak jagung pada tikus laboratorium dengan diabetes. Hewan yang diberikan minyak bawang putih mengalami perubahan yang bermanfaat yang terkait dengan sumbangan terhadap kerusakan jantung. Perubahan sepertinya dikaitkan dengan sifat antioksidan berpengaruh minyak bawang putih, para ilmuwan mengatakan, menambahkan bahwa mereka mengidentifikasi lebih dari 20 zat dalam minyak bawang putih yang sanggup berkontribusi pada efek. "Kesimpulannya, minyak bawang putih mempunyai potensi yang signifikan untuk melindungi hati dari diabetes-cardiomyopathy diinduksi,". 


#sumber: http://portal.acs.org

Minggu, 27 Maret 2011

Golongan Darah

Golongan Darah Dunia


 Dunia ini terdiri dari banyak sekali suku bangsa Golongan Darah
 Dunia ini terdiri dari banyak sekali suku bangsa Golongan Darah
 Dunia ini terdiri dari banyak sekali suku bangsa Golongan Darah

Dunia ini terdiri dari banyak sekali suku bangsa, tetapi hanya terdapat 4 golongan darah yang berbeda, dengan perbandingan persentase sbb : Golongan Darah O (46 %), Golongan Darah A (40%), Golongan Darah B (10 %), Golongan Darah AB (4 %).
Dan dari sifat dan jenis masakan yang sesuai dengan golongan darahnya, maka dikategorikan sbb :
- Golongan Darah O   : Carnivore / Pemburu.
- Golongan Darah A  : Vegetarian.
- Golongan Darah B  : Omnivore Seimbang.
- Golongan Darah AB : Diet Campuran.
Tiap tetes darah kita mengandung susunan biokimia yang sama uniknya dengan sidik  jari kita.
Golongan darah mempengaruhi :
- Sistem pencernaan,
- Kemampuan tubuh dalam merespon stress,
- Keadaan mental,
- Efisiensi metabolisme,
- Kekuatan system daya tahan tubuh,
- Kemampuan aktivitas.
Kita bisa mencicipi perbedaan dari golongan darah ini dari hal-hal sbb :
- Saat mengkonsumsi produk kesehatan, ada yang mencicipi khasiatnya, ada yang tidak mencicipi khasiatnya.
- Malam sehabis minum kopi, ada yang bisa tidur, tetapi ada yang tidak bisa tidur, sehingga ada yang sengaja minum kopi supaya tidak gampang merasa ngantuk.
Sehingga sanggup disimpulkan bahwa Makanan bagi seseorang bisa merupakan racun bagi orang yang lain (”One Man’s Food, Another Man’s Poison“).
- Makan = reaksi kimia antara darah dengan masakan yang kita makan atau pemanis yang kita konsumsi.
- Makanan mengandung protein yang disebut lektin.
- Golongan darah kita terprogram secara genetik untuk mendapatkan atau menolak lektin makanan-makanan tertentu.
- Lektin yang bertentangan dengan golongan darah akan terkumpul dalam organ tubuh menyerupai hati, ginjal, otak, lambung, usus, dll atau system tubuh mulai menggumpalkan sel-sel di kawasan tersebut. Proses penggumpalan itu disebut aglutinasi (”agglutination” dan akan mengganggu pencernaan, metabolisme dan system daya tubuh. Akibatnya akan timbul penyakit kronis menyerupai :  radang sendi (arthritis), radang usus besar (colitis), kolestrol tinggi, anemia, tekanan darah tinggi, stress, kelebihan berat tubuh (obesitas), depresi, diabetes melitus, dan kecanduan masakan (food carvings).
Dampak dari makan masakan tidak sesuai dengan golongan darah, maka sel darah akan terkontaminasi, antara lain berupa :
- CRT : Parasites,
- CRT : Poor Foundation,
- CRT : Calcium Def,
- CRT : Cholestrol,
- CRT : Oxidised Fat + Bad Viral Activity,
- CRT : Rouleaux.
Untuk membantu menormalkan kembali sel-sel darah yang telah terkotori ini bisa dilakukan dengan mengkonsumsi LEGREEN, yang mempunyai fungsi utama sbb :
- Memberi nutrisi lengkap untuk seluruh tubuh biar berfungsi dengan optimal,
- Membuang toksin dan lektin yang menempel maupun yang berkumpul di organ dan system sehingga membantu mencegah penyakit kronis.
Hasil dari mengkonsumsi LEGREEN sanggup dilakukan dengan analisa sel hidup (”Life Blood Analysis“).
 

Tahukah Golongan Darah Anda?

 Dunia ini terdiri dari banyak sekali suku bangsa Golongan Darah
Ternyata belum semua orang tahu apa golongan darah nya.
Ada juga orang yang bergotong-royong sudah tahu golongan darahnya, tetapi sebab jarang berurusan dengan kasus golongan darah ini, jadi lupa atau ragu-ragu apakah golongan darahnya. Sehingga ketika ditanyakan apakah golongan darahnya menjadi ragu-ragu atau galau untuk menjawabnya.
Orang awam biasanya hanya tahu bahwa golongan darah diharapkan ketika ada keperluan transfusi darah saja, memang hal ini benar, tetapi bergotong-royong kebutuhan pengetahuan mengenai golongan darah sangatlah luas jangkauannya, bukan hanya sekedar urusan transfusi darah saja.
Dalam keadaan darurat, menyerupai ketika kecelakaan, ketika di rumah sakit, ketika seseorang memerlukan tambahan darah dalam keadaan darurat, maka orang harus tahu apa golongan darahnya, sebab transfusi darah hanya dilakukan dengan darah dari golongan darah yang sama.
Kita semua tahu ada golongan darah A, B, AB, dan O. Golongan darah anak akan ditentukan oleh kombinasi golongan darah kedua orang tuanya. Karenanya golongan darah juga dipakai untuk memastikan seseorang yaitu anak kandung dari ayah ibu nya atau bukan.
Dan ternyata setiap golongan darah mempunyai sifatnya sendiri dan memperlihatkan reaksi yang berbeda-beda terhadap jenis masakan yang dikonsumsinya. Karenanya ada contoh masakan yang sesuai dengan golongan darah seseorang.
Dan ternyata contoh masakan sesuai golongan darah akan menentukan kesehatan seseorang, bukan hanya kesehatan sesaat, tetapi juga kesehatan dalam jangka panjang, artinya kesehatan sehabis umurnya mulai menanjak senja pun akan sangat ditentukan oleh apa yang dulunya pernah dikonsumsi seseorang ketika masih muda.
Walaupun ketika ini kita masih sehat, ataupun mulai sakit-sakitan jawaban salah contoh makan tidak sesuai golongan darah, tetapi belum terlambat untuk mengenal contoh makan sesuai golongan darah, dan kembali kepada contoh makan yang benar, biar kita bisa menjalankan hari-hari ke depan dengan lebih sehat dan terhindar dari penyakit kritis yang bisa menyusahkan hidup kita.
 

Pola Makan Golongan Darah


Dunia ini terdiri dari banyak sekali suku bangsa, tetapi hanya terdapat 4 Golongan Darah yang berbeda, yaitu  Golongan darah A, B, AB, dan O. Dengan persentase nya sbb : Golongan darah A : 40 %, Golongan darah B : 10 %, Golongan Darah AB : 4 %, Golongan Darah O : 46 %.
Golongan darah mempengaruhi :
  • System pencernaan
  • Kemampuan tubuh merespons terhadap stress
  • Keadaan mental
  • Efisiensi metabolisme
  • Kekuatan system daya tahan tubuh
  • Kemampuan aktivitas
Tiap tetes darah kita mengandung susunan biokimia yang sama uniknya dengan sidik jari kita.
Karena perbedaan dampak masakan pada masing-masing golongan darah, maka : Makanan bagi anda mungkin bisa jadi racun bagi orang lain ( One Man’s Food, Another Man’s Poison).
Berikut rangkuman pola makanan yang tidak sesuai dan yang tidak sesuai dengan masing-masing golongan darah :
1. Golongan Darah AB ( 4 % populasi dunia ) :
Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah AB :
- Ayam, sapi, bebek, burung dara, rusa, babi, angsa, burung puyuh.
- Buncis, chikpea, kacang hitam, buncis lima.
- Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.
- Kopi.
- Pisang, kelapa / santan, jambu biji, mangga, delima, jeruk, belimbing, alpukat.
- Jagung, jamur, lobak (radish), tauge, asinan, lobak putih.
- Telor bebek.
Makanan yang  SESUAI dengan Golongan Darah AB :
- Kalkun, domba, kelinci, kambing.
- Kacang kedelai, tahu, tempe.
- Seafood (kecuali yang berkulit keras, menyerupai : tiram, kerang, kepiting).
- Bijian, menyerupai : kacang tanah, kenari, kacang merah.
- Rumput maritim (kelp).
- Anggur, kiwi, jeruk bali, nanas, semangka, cranberry, mulbery, pepaya.
- Alfafa, wortel, brokoli, bit, sledri, terong, kentang manis, kol kembang, mentimun, jahe, bawang putih, ubi jalar, talas (yam).
- Telur putih (telur ayam).
Pola makan Golongan Darah AB ini merupakan Diet Campuran, dan mempunyai laba dan intoleransi dari Golongan Darah A dan Golongan Darah B.
2. Golongan Darah B ( 10 % polpulasi dunia ) :
Makanan yang  TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah B :
- Ayam, babi, bebek, burung dara, angsa, burung puyuh.
- Seafood (yang berkulit keras, menyerupai : tiram, kerang, kepiting).
- Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.
- Kacang-kacangan & biji-bijian, menyerupai : tauge, kacang kedelai, kacang tanah, biji wijen, chickpea).
- Kesemak, delima, belimbing, kelapa (santan), mangga.
- Tomat, alpukat, jagung, lobak, labu.
- Telor bebek, telor burung puyuh.
Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah B :
- Telor ayam.
- Kambing, rusa, domba, kelinci.
- Licorice (sejenis kayu manis).
- Pisang, anggur, nanas, kiwi, semangka, mulberry, pepaya, apel.
- Bit, brokoli, terong, jahe, wortel, sayuran hijau bayam, sawi, kol kembang, kubis, bawang putih, paprika, ubi jalar, talas (yam), ginseng.
Pola masakan Golongan Darah B merupakan Omnivore Seimbang, diet bervariasi dan satu-satunya golongan yang cocok dengan hasil perternakan.
3. Golongan Darah A (  40 % populasi dunia ) :
Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah A :
- Sapi, kambing, bebek, babi, domba, rusa, kelinci, angsa, burung puyuh.
- Susu sapi dan produk susu sapi.
- Kacang mente, kacang merah, buncis lima.
- Tepung terigu, roti, kue, mie, biskuit, pizza.
- Pisang, kelapa /santan, melon, mangga, jeruk, pepaya.
- Kentang, tomat, asinan, acar, terong, kubis, lada, cabe, talas (yam).
Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah A :
- Seafood (kecuali yang berkulit keras, menyerupai : tiram, kerang, kepiting).
- Makanan yang terbuat dari kedelai, menyerupai : tahu, tempe.
- Kopi.
- Apricot, nanas, jeruk bali, limau, lemon, apel, anggur, strawberi, jambu biji, semangka, mulberry.
- Alfafa, brokoli, lobak putih, jahe, labu, wortel, bawang putih, seledri, bawang merah.
Pola masakan Golongan Darah A merupakan Vegetarian (tinggi karbohidrat, rendah lemak, tinggi protein nabati).
4. Golongan Darah O ( 46 % populasi dunia ) :
Makanan yang TIDAK SESUAI dengan Golongan Darah O :
- Tepung terigu, menyerupai : roti, kue, mie, biskuit, pizza.
- Babi, burung puyuh.
- Susu dan produk susu.
- Kopi.
- Pir asia, jeruk, melon, kelapa / santan, kiwi, strawberry.
- Alfalfa, kol kembang, alpukat, zaitun hitam, jagung, mentimun, kentang (semua jenis), asinan, kubis, kolam choy.
- Telur puyuh.
Makanan yang SESUAI dengan Golongan Darah O :
- Rumput maritim (kelp).
- Seafood.
- Sapi, domba, rusa, kambing, kelinci.
- Jambu biji, nanas, ceri, apel, aprikot, kurma, pepaya, mulberry.
- Brokoli, kelp, wortel, labu, colland hijau, lada, okra, lobak putih, parsley, sledri, talas (yam), bawang putih, jahe, singkong, ubi jalar.
Pola makan Golongan Darah O merupakan Carnivore (Pemburu). Makan daging (protein tinggi, rendah karbohidrat dan lemak), dan menghindari masakan gandum, terigu dan sebagian besar biji-bijian.
Dengan mengetahui Pola Makanan Golongan Darah, maka kita bisa menentukan apakah kita akan mengikuti contoh makan ini atau tidak dan semua itu kembali kepada keputusan kita. Tidak ada ketentuan dan peraturan mengenai apa yang boleh kita makan dan tidak sehubungan dengan golongan darah ini, tetapi bila kita mengikuti contoh masakan golongan darah ini maka kita akan mendapatkan kenyataan bahwa kita akan menjadi lebih sehat dan terhindar dari penyakit-penyakit kronik.
Memang dalam kenyataannya agak sulit kadang kala untuk menjalankan contoh makan golongan darah secara sempurna, sebab dalam hidup, kita tentu kadang kala ingin mencicipi masakan yang enak, atau makan pada pesta-pesta dan resepsi, atau kadang kala masakan yang tersedia pada saat-saat tertentu tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Bukannya berarti kemudian kita tak usah makan atau tidak makan dalam kondisi tersebut, tetapi bila kita bisa menjalankan contoh makan golongan darah semaksimal mungkin maka akan lebih oke hasil kesehatan kita.
Semoga sehabis kita mengetahui golongan darah kita, maka selanjutnya kita bisa menjadi lebih sehat dan terhindar dari sakit jawaban salah contoh makan tidak sesuai dengan golongan darahnya..
 
Semoga bermanfaat..
Sumber:
PT. Viamore International
http://asnawilim.com

Sabtu, 19 Maret 2011

Kenali Arahan Segitiga Plastik

Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun  KENALI KODE SEGITIGA PLASTIK

Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, menyerupai ISO (International Organization for Standardization) .

Secara umum tanda pengenal plastik tersebut:
1. Berada atau terletak di potongan bawah
2. Berbentuk segitiga
3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka
4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga

Tanda pengenal plastik itu dibagi menjadi 7 buah kelompok. Serta 3 perhiasan sehingga totalnya ada 10 buah. Tanda-tanda plastik tersebut adalah:

Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun  KENALI KODE SEGITIGA PLASTIK

Polyethylene Terephthalate (PET, PETE). PET biasanya dipergunakan di botol minuman dan jenisnya transparan, jernih/bening. Seperti digunakan untuk kawasan air mineral, air jus, jelly dan tidak untuk air hangat apalagi air panas. Digunakan hanya untuk satu kali saja. Nickname: Polyester. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat mengakibatkan kanker) dalam jangka panjang.

Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun  KENALI KODE SEGITIGA PLASTIK

High Density Polyethylene (HDPE). Benda dengan instruksi HDPE digunakan untuk botol susu, jus, air, kotak sereal dan produk pencuci. Bentuknya berwarna putih susu. HDPE menyerupai PTE tetapi lebih tahan terhadap materi kimia. HDPE juga menyerupai PTE pengunaannya hanya sekali saja. Biasa digunakan untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, dingklik lipat, dan lain-lain. HDPE mempunyai sifat materi yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE merupakan salah satu materi plastik yang kondusif untuk digunakan alasannya kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama menyerupai PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian alasannya pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun  KENALI KODE SEGITIGA PLASTIK

Vinyl (Polyvinyl Chloride or PVC), materi ini paling susah untuk didaur ulang dan biasa digunakan untuk pipa dan kontruksi bangunan. Karena lebih tahan terhadap materi senyawa kimia, minyak, dll. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus kuliner lain (bukan bertanda 3 dan V) menyerupai plastik yang terbuat dari polietilena atau materi alami (daun pisang misalnya).

Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun  KENALI KODE SEGITIGA PLASTIK

Low Density Polyethylene (LDPE). biasa digunakan untuk kawasan kuliner dan botol-botol yang lembek (madu, mustard). Barang-barang dengan instruksi ini sanggup di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan instruksi ini bisa dibilang tidak sanggup di hancurkan tetapi tetap baik untuk kawasan makanan. LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/ dibentuk dari minyak bumi), biasa digunakan untuk kawasan makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah
1. Kuat,
2. Agak tembus cahaya,
3. Fleksibel dan permukaan agak berlemak.
4. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia,
5. Daya perlindungan terhadap uap air tergolong baik,
6. Kurang baik bagi gas-gas yang lain menyerupai oksigen.
7. Plastik ini sanggup didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan mempunyai resistensi yang baik terhadap reaksi kimia.
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk kawasan kuliner alasannya sulit bereaksi secara kimiawi dengan kuliner yang dikemas dengan materi ini.

Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun  KENALI KODE SEGITIGA PLASTIK

Polypropylene (PP). Barang dengan instruksi ini merupakan pilihan terbaik untuk materi plastik terutama untuk yang bekerjasama dengan kuliner dan minuman menyerupai kawasan menyimpan makanan, botol minum, kawasan obat dan botol minum untuk bayi. Cirinya biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik. Polipropilen lebih berpengaruh dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis PP (polypropylene) ini ialah pilihan materi plastik terbaik, terutama untuk kawasan kuliner dan minuman menyerupai kawasan menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan instruksi angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan banyak sekali kuliner dan minuman.

Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun  KENALI KODE SEGITIGA PLASTIK

Polystyrene (PS). PS biasa digunakan sebagai materi kawasan makan styrofoam, kawasan minum sekali pakai, kawasan CD, karton kawasan telor, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan materi styrine ke dalam kuliner saat kuliner tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf manusia. Bahan ini dibanyak negara potongan di Amerika sudah melarang pemakaian kawasan kuliner berbahan styrofoam termasuk negara cina.

Polystyrene merupakan polimer aromatik yang sanggup mengeluarkan materi styrene ke dalam kuliner saat kuliner tersebut bersentuhan. Selain kawasan makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan materi konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, alasannya selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada perempuan yang berakibat pada duduk kasus reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga alasannya materi ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, materi ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini sanggup dikenali dengan instruksi angka 6, namun bila tidak tertera instruksi angka tersebut pada kemasan plastik, materi ini sanggup dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar,bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning-jingga, dan meninggalkan jelaga.

Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun  KENALI KODE SEGITIGA PLASTIK

Other. Barang dengan instruksi ini bisa didapatkan di kawasan kuliner dan minuman menyerupai botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan materi utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam kuliner dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari materi plastik Polycarbonate.

Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu:
1. SAN – styrene acrylonitrile,
2. ABS – acrylonitrile butadiene styrene,
3. PC – polycarbonate,
4. Nylon

Dapat ditemukan pada kawasan kuliner dan minuman menyerupai botol minum olahraga, sparepart mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. SAN dan ABS mempunyai resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai materi mainan lego dan pipa.Plastik dengan jenis 7 yaitu SAN dan ABS merupakan salah satu materi plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan kuliner ataupun minuman. Bagaimana jenis plastik dengan instruksi 7 serta goresan pena PC? PC – atau nama Polycarbonate sanggup ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan kuliner dan minuman, termasuk kaleng susu formula. Dapat mengeluarkan materi utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam kuliner dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk kawasan kuliner ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas.

Dari Informasi diatas maka

1. Harus bijak dalam memakai plastik, khususnya instruksi 1, 3, 6, dan 7
(PC), seluruhnya mempunyai ancaman secara kimiawi. Gunakan hanya sekali
pakai.
2. Gunakan plastik dengan instruksi 2, 4, 5, dan 7 (SAN
atau ABS).

Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri kuliner ialah kontaminasi zat warna plastik dalam kuliner contohnya kita sering membeli gorengan di pinggir jalan, suka minta sama penjualnya yang panas kemudian sesudah digoreng dimasukkan ke kantong kresek hitam. Ternyata zat pewarna hitam ini jikalau terkena panas, bisa terurai, terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya bagi kesehatan terutama sanggup mengakibatkan sel badan berkembang tidak terkontrol menyerupai pada penyakit kanker.

Tips buat kita semua bagi para orang renta yang masih memerlukan botol susu untuk putra-putrinya:

1.Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5.
2.Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis 4 atau 5.
3.Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, alasannya tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex.
4.Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate),
5.Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak sanggup dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun kuliner dalam keadaan panas. Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum (biasa digunakan untuk kawasan air putih didalam kulkas).

Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak sanggup dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca. Cegahlah memanaskan kuliner yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, bungkuslah terlebih dahulu kuliner dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus saat akan dipanaskan di microwave oven. Cegah memakai kemasan plastik untuk mengemas kuliner berminyak atau berlemak. Cobalah untuk mulai memakai kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan. Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.

# Berbagai sumber

Masalah Pengolahan Pangan Dan Gizi Di Indonesia

 Pengolahan pangan didefinisikan sebagai suatu perjuangan untuk mengubah materi pangan mentah me Masalah Pengolahan Pangan dan Gizi di Indonesia

1. Pengolahan pangan didefinisikan sebagai suatu perjuangan untuk mengubah materi pangan mentah menjadi materi lain yang berbeda dengan materi asalnya dalam hal sifat fisik, kimia, maupun mutu organoleptik.

Pengolahan bertujuan untuk:

a. menghindarkan kerusakan atau pembusukan yang berlebihan;

b. menghasilkan produk yang tahan lama, terutama untuk pangan yang akan disimpan atau diangkut dalam jarak jauh;

c. menghasilkan produk yang sesuai untuk pengerjaan lebih lanjut; dan

d. menghasilkan produk yang memenuhi kualitas dan persyaratan yang diminta pasar.

2. Pengolahan pangan diusahakan tidak merusak nilai gizi materi yang dikandungnya. Selama pengolahan sanggup terjadi aneka macam jenis kehilangan atau susut yang sanggup dikelompokkan ke dalam:

a. kehilangan yang disengaja, contohnya dalam pengolahan serealia di mana biji-bijian digiling untuk menghilangkan lapisan bran yang tidak diingini (misalnya penyosohan beras);

b. kehilangan yang tidak sanggup dihindarkan, contohnya bagi kuliner yang dimasak, dikalengkan, diblansir, dikeringkan atau disterilisasikan;

c. kehilangan yang semestinya sanggup dihindarkan, namun sebab kurangnya pengawasan terjadi kehilangan.

3. Tujuan utama pengolahan pangan yang bersifat mengawetkan yaitu untuk menghancurkan faktor-faktor perusak mutu pangan yang akan menurunkan nilai gizinya. Faktor-faktor perusak mutu pangan yang akan menurunkan nilai gizinya. Faktor-faktor perusak ini terutama adalah:

a. adanya kegiatan mikroorganisme, menyerupai bakteri, ragi, dan kapang;

b. adanya enzim;

c. kelembaban udara, sinar, dan oksigen;

d. adanya serangan oleh serangga, benalu atau tikus.

4. Pengolahan pangan tingkat rumah tangga bertujuan antara lain:

a. memudahkan bentuk pangan yang dikonsumsi serta menambah macam atau jenis makanan;

b. menjamin keamanan pangan;

c. meningkatkan kelezatan dan daya tarik dari pangan yang dikonsumsi.

5. Banyak cara yang sanggup dilakukan untuk mengawetkan atau memperpanjang masa simpan suatu pangan, tergantung dari jenis pangan itu sendiri. Beberapa di antaranya, yaitu:

a. pengawetan dengan suhu tinggi;

b. pengawetan dengan suhu rendah;

c. pengeringan;

d. pengawetan dengan radiasi;

e. pengawetan dengan memakai materi kimia.

6. Fermentasi sanggup terjadi sebab adanya kegiatan mikroba penyebab fermentasi pada substrat organik yang sesuai. Terjadinya fermentasi ini sanggup menjadikan perubahan sifat pangan, sebagai jawaban dari pemecahan materi yang terkandung dalam pangan tersebut. Fermentasi ditujukan untuk memperbanyak jumlah mikroba yang diinginkan dan menggiatkan metabolismenya di dalam makanan. Proses fermentasi ini akan meningkatkan mutu gizi produk pangan dibandingkan dengan materi asalnya.

# Berbagai sumber

Ilmu Pangan Dan Gizi

Ilmu Gizi didefinisikan sebagai suatu cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara kuliner yang dimakan dengan kesehatan badan yang diakibatkannya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Pertimbangan bagi konsumen untuk memilih, membeli, dan mengonsumsi makanan

1. Cita rasa ( faktor utama)

2.Pertimbangan harga,

3.Kepraktisan penyajian,

4.Kemudahan mendapatkan, dan

5.Manfaat bagi kesehatan

Dapat berubah urutannya tergantung kondisi konsumen

Zat gizi ada yang esensial (tidak sanggup disintesis oleh tubuh) dan tidak esensial (dapat disintesis oleh tubuh).

Ilmu Gizi didefinisikan sebagai suatu cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara kuliner Ilmu Pangan dan Gizi

Zat gizi digolongkan ke dalam 6 (enam) kelompok utama, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, dan air.

Fungsi umum zat gizi di dalam badan adalah:

a. untuk sumber energi;

b. untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan-jaringan tubuh;

c. untuk mengatur proses-proses di dalam tubuh.

 

Fungsi Zat Gizi dan Sumbernya dalam Bahan Makanan

KELOMPOK ZAT GIZI MAKRO

A. KARBOHIDRAT

Karbohidrat ialah monosakarida, disakarida, dan polisakarida. Tiga macam monosakarida yang merupakan pembentuk disakarida ialah glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Tiga macam disakarida ialah sukrosa, maltosa, dan laktosa. Sedangkan polisakarida yang umum ialah pati, dekstrin, glikogen, serta polisakarida struktural (sering disebut serat tanaman).

Fungsi karbohidrat ialah sebagai sumber energi,

1) Menghasilkan energi

2) Cadangan tenaga bagi badan

3) Memberikan rasa kenyang

Karbohidrat dalam Bahan Makanan

Karbohidrat banyak terdapat dalam materi kuliner nabati, berupa gula sederhana, heksosa, pentosa, maupun karbohidrat dengan berat molekul yang komplek ibarat pati, pektin, selulosa, dan lignin.

2. LIPID / LEMAK

Terbentuk dari 95% asam lemak & gliserol. Lemak merupakan sumber energi selain karbohidrat dan protein. Dengan adanya kelebihan konsumsi lemak yang tersimpan sebagai cadangan energi, maka kalau seseorang berada dalam kondisi kekurangan kalori, maka lemak merupakan cadangan pertama yang akan dipakai untuk mendapat energi sesudah protein.

Oleh sebab itu, dengan adanya cadangan lemak, maka penggunaan protein sebagai energi akan sanggup dihemat. Namun hal ini tentu saja hanya bersifat sementara.

Lemak dalam kuliner

Lemak dan minyak terdapat pada hampir semua materi pangan dengan kandungan yang berbeda-beda. Tetapi lemak dan minyak sering kali ditambahkan dengan sengaja ke materi kuliner dengan aneka macam tujuan.

Dalam pengolahan makanan, minyak dan lemak berfungsi sebagai penghantar panas, ibarat minyak goreng, shortening (mentega putih), lemak (gajih), mentega,dan margarin.

C. PROTEIN

Protein ialah sumber asam–asam amino yang mengandung unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), dan Nitrogen (N) yang tidak dimiliki lemak dan karbohidrat.

Molekul protein juga mengandung fosfor, belerang, dan ada jenis protein yang mengandung unsur logam ibarat besi dan tembaga.

Protein dibuat dari unit-unit pembentuknya yang disebut asam amino.

Dua golongan asam amino ialah asam amino esensial dan asam amino nonesensial. Asam-asam amino esensial ialah isoleusin, leusin, lysin, methionin, fenilalanin, threonin, triptofan, valin, dan histidin.

Bahan kuliner sumber protein

Menurut sumbernya protein terbagi dua, yaitu protein hewani dan protein nabati. Protein hewani ialah protein yang berasal dari aneka macam materi kuliner dari hewan, sedangkan protein nabati ialah protein yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan.

Bahan-bahan kuliner yang banyak mengandung protein hewan:

Daging,Ikan, Telur, Susu

Bahan-bahan kuliner yang banyak mengandung Protein nabati:

Beras sebagai sumber protein dan kacang-kacangan

KELOMPOK ZAT GIZI MIKRO

D. VITAMIN

Vitamin

Vitamin dikenal sebagai suatu kelompok senyawa organik yang tidak termasuk dalam golongan protein, karbohidrat, maupun lemak. Senyawa ini terdapat dalam jumlah yang kecil dalam materi kuliner tapi sangat penting peranannya bagi badan untuk menjaga kelangsungan kehidupan serta pertumbuhan.

Ada dua golongan vitamin, yaitu vitamin larut lemak dan vitamin larut air. Vitamin yang larut lemak ialah vitamin A, D, E, dan K. Sedangkan vitamin yang larut air ialah thiamin, riboflavin, niacin, piridoksin, asam pantothenat, asam folat, biotin, vitamin B12, choline, inositol, dan vitamin C.

Kedua golongan vitamin tersebut mempunyai sifat umum sendiri-sendiri. Fungsi umum vitamin ialah sebagai kepingan dari enzim atau koenzim, mempertahankan fungsi aneka macam jaringan, membantu proses pertumbuhan dan pembentukan sel-sel baru, serta membantu pembuatan senyawa dalam tubuh.

Vitamin A

Fungsi vitamin A bagi tubuh.

- Sebagai materi untuk menciptakan rodopsin yang dibutuhkan dalam proses penglihatan.

- Untuk pemeliharaan jaringan pelapis.

- Untuk membantu proses pertumbuhan tubuh.

Vitamin D

Tidak ibarat halnya vitamin-vitamin lain, vitamin D sanggup disintesis dalam badan insan dan binatang dalam bentuk vitamin D2. laju sintesis vitamin D dalam kulit tergantung jumlah sinar matahari yang diterima serta konsentrasi pigmen di kulit. Agar badan tidak kekurangan vitamin D, maka dianjurkan untuk selalu memanfaatkan sinar matahari untuk kesehatan, terutama di pagi hari Dikenal 4 macam vitamin D, yaitu vitamin D2, D3, D6, dan D4. Vitamin D1 tidak ada. Vitamin D2 terdapat di dalam tumbuh tumbuhan dan disebut kalsiferol, sedangkan vitamin D3 terdapat didalam badan binatang tekenal dengan nama ergosterol yang apabila terkena sinr matahari ( sinar ultra violet ) akan bermetamorfosis vitamin D aktif. Vitamin D tidak begitu penting artinya di negara beriklim tropis sebab agak jarang ditemukan penyakit tanggapan kekurangan vitamin ini, kecuali dibeberapa daerah tertentu.

Fungsi Vitamin D Bagi Tubuh

- Mengatur metabolisme garam dapur.

- Menggiatkan perembesan gram kapur dan garam fosfor.

- Mengatur pembentukan garam fosfor dalam badan yang dipakai untuk pengerasan tulang.

Vitamin E

Vitamin E dianggap besar lengan berkuasa pada kesanggupan bereproduksi. Hewan-hewan yang dalam makanannya kekurangan vitamin E akan menjadi mandul.

Hewan betina yang kekurangan vitamin E ini pada telurnya akan berdegenerasi, sedangkan pada hewan-hewan jantan akan mengkibatkan penghambtan dalam pembentukan sel jantan (sperma). Bagi insan belum terang apakah besar lengan berkuasa atau tidak. Vitamin ini terdapat dalam biji-bijian yang sedang tumbuh.

Ekstrak dari tumbuhan ibarat sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin E, dimanfaatkan sebagai materi kosmetika. Selain itu sumber-sumber vitamin E yang natural perlu dikonsumsi mengingat pentingnya fungsi vitamin ini bagi tubuh. Dengan mengkonsumsi sumber vitamin E yang bermacam-macam tentu saja kita akan sanggup memperoleh vitamin ini dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan.

Vitamin K

Vitamin K disebut juga vitamin koagulasi. Mula-mula ditemukan sebagai senyawa yang sanggup mencegah terjadinya perdarahan yang parah pada ayam. Vitamin K mendorong terjadinya pengumpalan darah secara normal.

Vitamin K penting artinya dalam pembekuan darah, sebab vitamin ini mempengaruhi pembentukan protrombin dalam hati.

Jika kekurangan vitamin ini maka protrombin dalam darah akan berkurang. Akibatnya, kalau terjadi luka, maka luka ini akan sukar berhenti mengeluarkan darah sebab luka sukar menutup.

Vitamin ini dibuat oleh bakteri-bakteri dalam usus. Bahan-bahan kuliner ibarat hati dan sayur-syuran yang berdaun hijau banyak mengandung vitamin ini.

Sumber utama vitamin K ialah hati dan sayuran ibarat bayam, kubis, dan brokoli. Sedangkan biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran lain miskin akan vitamin K.

Vitamin C

Vitamin C dalam badan mempunyai kegunaan dalam dalam pembentukan dan pemeliharaan zat perekat yang menghubungkan sel-sel dengan sel dari aneka macam jaringan.

Vitamin C umumnya banyak sekali terdapat dalam materi makanan, ibarat buah-buahan yang masak. Cadangan vitamin C dalam badan dalam kelenjar adrenalin, kelenjar tumys dan lainlain.

Sumber Vitamin C

Sumber vitamin C sebagian besar berasal dari sayuran dan buah-buahan, terutama buah-buahan segar. Karena itu vitamin C sering disebut Fresh Food Vitamin. Buah yang masih mentah lebih banyak kandungan vitamin C-nya; semakin bau tanah buah semakin berkurang kandungan vitamin C-nya.

Vitamin B Kompleks

Dipandang dari segi gizi, kelompok vitamin B termasuk dalam kelompok vitamin yang disebut vitamin B kompleks yang mencakup tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niasin (asam nikotinat, niasinamida), piridoksin (vitamin B6), asam pantotenat, biotin, folasin (asam folat dan turunan aktifnya), serta vitamin B12 (sianokobalamin).

E. MINERAL

Mineral esensial diklasifikasikan ke dalam mineral makro dan mineral mikro. Termasuk mineral makro ialah kalsium, fosfor, kalium, sulfur, natrium, khlor, dan magnesium. Sedangkan yang termasuk mineral mikro ialah besi, seng, selenium, mangan, tembaga, iodium, molybdenum, cobalt, chromium, silikon, vanadium, nikel, arsen, dan fluor.

Fungsi umum mineral ialah mempertahankan keseimbangan asam-basa, sebagai katalis bagi reaksi-reaksi biologis, sebagai komponen esensial senyawa tubuh, mempertahankan keseimbangan air tubuh, mentransmisi impuls syaraf; mengatur kontraksi otot, serta untuk pertumbuhan jaringan tubuh.

KELOMPOK AIR / PELARUT

F. AIR DAN ELEKTROLIT

1. Air merupakan komponen kimia utama dalam tubuh. Ada tiga komponen air tubuh, yaitu air intraseluler pada membran sel, air intravaskuler, dan air interseluler atau ekstravaskuler pada dinding kapiler. Dua komponen air yang terakhir disebut juga cairan ekstraseluler.

2. Ada tiga sumber air bagi tubuh, yaitu air yang berasal dari minuman, air yang terdapat dalam kuliner yang kita makan, serta air yang berasal dari hasil metabolisme di dalam tubuh. Kebutuhan air badan berasal dari ketiga sumber air tersebut.

3. Keseimbangan air badan sanggup dicapai melalui dua cara, yaitu sebagai berikut.

a. Mengontrol asupan cairan dengan adanya rasa haus.

b. Mengontrol kehilangan cairan melalui ginjal.

4. Fungsi air bagi badan ialah berikut ini.

a. Pelarut zat gizi.

b. Fasilitator pertumbuhan.

c. Sebagai katalis reaksi biologis.

d. Sebagai pelumas.

e. Sebagai pengatur suhu tubuh.

f. Sebagai sumber mineral bagi tubuh.

 

# Berbagai sumber